Setitik pancaran mata dari wajah manismu, adalah berjuta rupa dari eloknya cahaya senja.
pesona tiada tara adalah ketika aku menatapmu dan kau berikan tatapanmu padaku.
meskipun hanya tatapan, aku tahu...
indahnya pelangi adalah warnamu
dan sejuknya embun adalah hatimu
Sunday, October 28 2007 [sebuah tatapan]
dari hati yang SELALU jauh dari jiwaMu
Selalu saja,
ketika kau dimuka menyapa.
Diriku selalu picingkan mata seakan Kau tak ada.
Dan selalu saja,
walaupun Kau tetap setia menatap dengan tatap yang sama.
Aku yang gila, tetap selalu berpaling seakan Kau tak kuasa.
Selalu saja dan selalu saja,
ketika jiwaku bahagia.
Aku selalu lupa akan nama tentang diriMu yang berjasa.
Dan selalu saja dan selalu saja,
Dengan sangat yakin aku selalu berkata “Takkan ada siksa …!!”
dan aku tak merasa berdosa.
Sungguhpun diri ini tak berharga,
Sungguhpun raga ini sudah tak bernyawa,
Sungguhpun tubuh ini sudah hancur tak bersisa,
Tuhan…
Terangilah aku dari kegelapan.
Ampunilah aku dari kealpaan.
Selalu.
2007
Pada setiap deru nafas ini, terdapat rindu dalam detakannya.
Didada ini lekat namamu dan dimata ini terbayang wajahmu.
Meski sungguh dari titik jiwa ini ingin lupakan dirimu, tintamu telah tertulis dan menyebar luas keseluruh tubuh, membuat apa yang aku rasakan dan selalu kurasakan
adalah sebuah perasaan dimana hatiku selalu bergantung akan hadirnya kau disisi.
Disini.
Meskipun dan hanya meskipun didalam mimpi.
Dari diri yang mengalir dan selalu mengalir dalam derasnya rupa manismu,
Bandung. Tuesday, 12 December 2007 [candu]
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar