Mawar Putih
Mawar putih yang semerbak
Harum elokmu menusuk gejolak
Meski tangkaimu digenggam ia yang erat
Biarlah keindahanmu kusimpan lekat
Mawar putih yang tersenyum,
Mengapa kau mekar dalam diriku.
Maafkan aku yang terlambat merayu,
Kini aku tertusuk durimu.
24 Februari 2006
Kau yang manis, izinkanlah sukmaku berbincang tentang dirimu. Biar rupamu hilang dari pandangan, lekat didadaku keindahanmu. Berikan senyumanmu, hingga dari akhir kedipan mata tentang tatapan.
04 maret 2006
Genesis
Tuhan yang mengalirkan perantaraan nafas kehidupan.
Kembangkanlah awan yang memayungi hatiku dari mata.
Percikan hujan pada tubuhku,
Agar basah sekujur jiwa.
Hingga antara aku dan dia
Terpaut dalam hamparan hijau yang mesra
Tumbuhlah, tumbuhlah dengan subur didada
Tebarlah, terbarlah wewangian tentang cinta.
Agar pada masanya,
Dapat kupetik sekuntum disampingku.
Disini…
12 Maret 2006
Hati, dari hati yang jatuh padamu
Melampaui suka mencapai cinta.
Aku, dari aku yang sungguh tak kuasa
Menahan rasa yang kutahan lama
Aku ingin disampingmu
Bersama meramu bahasa.
Aku harap kau disini berada
Tetap dihati aku dan kamu
Berdua menyatu.
April 2006
Cakrawala diufuk angkasa yang mencakar dara senja merupakan pancaran menyejukan mata
Mega merah dalam urat basah dilangit biru yang indah adalah satu antara tak hingga
Semua rupa merupakan maha karya yang satu
Sungguh tak sebijihpun cacat ragu
Tuhan ada
Dan kebodohan pasti sirna
April 2006
Entahlah,
Biarpun kulit menganga enggan bicara
Namun hati yang luka menjerit menggila.
Meski senyum tampak menjunjung
Batas sakit tak berujung.
Dan sekarang,
Kau dari tidurku, kumohon
Enyahlah!
31 Desember 2006
kesejukan dalam tiap gulir embun pagi direrumputan hijau adalah kesejukan yang nyata, kesejukan yang tak hanya dapat disentuh tetapi juga menenteramkan jiwa. tahukah engkau bahwa senyumanmu bagiku adalah kesejukan yang lebih dari sekedar embun pagi. senyumanmu adalah embun yang apabila disentuh dapat meresap kedalam hati. menenteramkan seisi jiwa hingga menumbuhkan benih cinta. dan aku tahu, dan kaupun tahu. aku cinta kamu...
2007 [makna senyumanmu bagiku]
Malam dimana pelupuk dada mensugestikan maya dirimu adalah setiap malam dimana mataku akan terpejam, jauh kekedalaman dan jauh...
meskipun tahu, sungguh kau takkan menjadi bagian diri, wajahmu masih saja berdiri digerbang beranda hati. Tumbuh tersenyum dan jiwa ini berada antara dua ujung yang berbeda.
Aku yang bisu dalam rindu menghela, dalam nafas yang memburu, dan dalam pandang yang tertuju. dari dekapan tetes selimut langit-langit kamar yang mensugestikan manis rupamu.
Sukabumi, 11 mei 2006 [langit-langit kamar]
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar