Sabtu, 28 Maret 2009

Puisi tahun 2005

Je Vous Aime

Entah apa yang aku lakukan
Didepanmu aku terdiam
Namun dibelakangmu aku tenggelam
Sungguh, rindu ini begitu dalam
Maafkan aku yang hanya mampu merayu lewat seberkas tatapan.

Je vous Aime….
13 Maret 2005

Cinta adalah sebuah makna yang tak tersirat oleh kata dan pikiran.
Cinta adalah seberkas pelangi yang warananya kerinduan, menghiasi langit dengan kesejukan pesona yang menggairahkan.
Cinta merupakan bedih kehidupan yang ditaburkan Tuhan pada setiap penciptaan, cinta adalah sebuah aura hati yang memancar dari manusia suci.
Cinta tak meski memiliki tapi perlu disadari bahwa cinta bukanlah sebuah modal hierarki yang bergelora pada nafsu.
Cinta lebih dekat dihati meskipun jauh dimata.
Cintaku adalah sebuah ketakterbatasan yang mengepung dijiwa, kepulkan asap diraga, membuat ketakjuban dimata.
25 April 2005

Dirimu adalah fatamorgana dari hausnya cintaku
Terbingkai kokoh dalam halusinasi kesejukan
Terangkai kuat dalam imajinasi keanggunan

Dirimu sebuah metaforma dari luasnya fikiranku
Terpatri dalam kesejukan aura
Terjadi akibat keanggunan pesona
Dirimu…

Terpaut dipusat fikiranku
Selalu terbayang disetiap langkahku
Terjalin semoga kau dan aku
Dalam cinta dan kehangatan rindu.
01 Juni 2005

Tuangkanlah kehangatan ketubuhku
Biar tumpah kebisuan disekujur kita
Semaikanlah benih-benih cinta
Agar tetap mekar bersemi sepanjang masa nan abadi.
Juni 2005


Diriku membelah
Hilangkan replikamu yang basah
Sudah usaplah sudah
Seluruh peluh keluh kesah
Sudahlah lupakanlah
Tentang diriku padamu yang patah
05 Juli 05

Kau sebenarnya rusuk dalam diriku,
Namun entah aku merasa kau bukan untukku.
Bagiku kau hanya harum, tanpa kucium…

Tak dapat kuingkari, kaulah yang terbaik
Dan kaulah yang tercantik
Aku ingin memelukmu
Meskipun aku tak memilikimu.

Kau terlalu tinggi
Sedang aku tegakpun lagi,
Dalam hal ini ku tak mengerti
Tidak sepertimu yang beberapa kali.

MAAF KUUCAPKAN BERSAMA LANTUNAN CINTA KUDENDANGKAN
Oktober 2005

Reinkarnasi
Wahai
Sang merpati putih suci
Hinggap dilubuk hati
Teruntuk yang kedua kali
Aku ingin memelukmu
Erat, agar menyatu
Dalam kehangatan rindu
November 2005


Kelopak yang terkapar
Camar, melayang direranting damar
Menggambarkan rupa dunia, menggoreskan nanar
Hilang, rupa manismu yang mekar
Hilang pudar
Melayang terpendar.

“dengar”
Duhai kelopak yang terkapar, kedukaan ini gugur dalam setiap musim dan hidup dalam linangan embun disetiap menyingsing.
Engkau tiupan angin, mencekik hati yang tertutup, hingga melambai dan sesekali mengatup.
Dan gemerlap bintang hanya merayu dalam kebisuan
Memancarkan keindahan dengan kedipan yang terang
Benarlah, aku terluka dengan sindiran alam yang hanya merayu dengan seberkas tatapan.
Desember 2005

Tidak ada komentar:

Posting Komentar